Kalau tak ada lagi "Pundak" untuk bersandar, Masih ada Sajadah untuk Bersujud.....

Khalifah Ali bin Abi Thalib RA, pernah ditanya oleh Sahabatnya, "Wahai Khalifah, begitu banyak sahabat-sahabat Mu...??", Lalu, Khalifah Ali bin Abi Thalib RA berkata, "Tunggulah, sampai Musibah atau Kesusahan bersama-Ku, Saat itu, kamu akan mengetahui berapa jumlah sahabat sejati-ku" 

"Ada gula ada semut" atau "Habis manis Sepah di Buang", begitu kata pepatah mengatakan.... Sejatinya, memang beberapa orang melakukan sebuah hubungan pertemanan dan atau persahabatan dengan orang lain karena ada keinginan atau maksud atau kepentingan atas pertemanan tersebut. Kalau terdapat hal atau manfaat atau keuntungan yang dapat diambil dari orang lain yang dia ajak sebagai teman atau sahabat, maka, dia akan berteman atau bersahabat. Tapi, sekiranya keuntungan, manfaat dan atau kebaikan yang diambil sudah habis, maka orang tersebut akan berpindah atau mencari pertemanan kepada orang lain lagi yang lebih menguntungkan. 

Sahabat sejati, akan selalu ada untuk kita, Dia mengenal kita apa adanya, bukan ada apanya... Sahabat Sejati akan selalu ada disisi kita dalam senang kita, dalam sedih kita, dalam cita kita, dalam duka kita... Dia tidak pernah meninggalkan kita untuk alasan apapun... Dia yang mampu bersabar kepada kita... Ucapannya tidak selalu manis atas kebaikan dan kebajikan yang kita berikan, kata-katanya kadang sepahit kopi atau sedingin ES saat banyak hal keburukan yang kita lakukan.... Sahabat ibarat sebuah cermin hidup untuk kita, Dia takkan menangis saat kita tertawa dan Dia takkan tertawa saat kita bersedih... 

      Disaat Ku Bahagia, Kamu (sahabat) Setia,
      Disaat Ku Terluka Kamu (Sahabat) dimana?? 
      Menangis nangis sendiri, Tak ada yang menemani... 
      kucoba bangkit sendiri, sakitpun sakit sendiri..... 

Begitu kata Charlie ST 12 dalam sebuah Bait Syair Lagu Istana Bintang.... Ya, banyak hal kita tidak bisa terlalu mengandalkan orang lain untuk membantu kita... saat kita terjatuh, saat kita terluka, sahabat2 kita yang banyak itu mungkin akan pergi, mungkin 30%, 50%, 75%, 99% atau bahkan 100% dari mereka akan menjauh meninggalkan kita.... 

Beruntung kalau kita masih ada Sahabat Sejati yang selalu ada untuk kita.... bila tidak, juga jangan terlalu bersedih, setidaknya, kita telah diberikan pencerahan dari Allah SWT, bahwa siapa sahabat Sejati kita.... "Bila tidak ada Pundak untuk Bersandar, Maka Allah SWT telah menyiapkan Sajadah atau Bumi untuk Bersujud...", biarkan semua orang pergi dan berpaling... Asal jangan Allah SWT yang berpaling dari kita... (Nauzubillah)

Ingatlah, kadang Allah SWT Rindu kepada Hamba-Nya yang sholeh, yang jalannya sedikit berbelok atau keluar dari garis yang Dia tentukan.... Kadang Allah SWT Rindu kepada Doa Hambanya, Isak Tangis dari Suara Penyesalan dan atas Dosa yang telah dilakukan Hamba-Nya... Suara Mohon ampun dari Taubat dirinya.....untuk Hamba-Nya yang telah lama menghilang dari-Nya... Maka, Allah SWT panggil kembali dengan Ujian, dengan Musibah, dengan banyak hal yang sanggup mengguncangkan hati hamba-Nya dalam rasa ketakutan, kecemasan dan rasa lapar... Allah SWT ingin menunjukkan Kuasanya sebagai Tuhan yang Maha Besar... agar Hamba-Nya, kembali kepada Keridho'annya....

Allah SWT tidak meminta kita menyelesaikan masalah kita, yang Allah SWT inginkan adalah menjadikan "Sabar dan Sholat" sebagai penolong kita.... biarlah segala urusan menjadi Kehendak-Nya untuk Dia berikan kepada kita yang terbaik.....

Wanita yang paling mencintai kita di dunia ini adalah "Ibu" kita dan Pria yang paling mencintai kita tulus adalah "Ayah" kita.... dan Allah SWT adalah semua hal yang paling mencintai kita, yang takkan pernah meninggalkan kita, yang tidak akan pernah mengingkari janji2-Nya.... 

Jangan pernah pusingkan atau khawatirkan kebaikan yang telah kita berikan kepada orang lain, kemudian akan berbalas kebaikan yang sama atau justru keburukan yang kita dapatkan.. Ingatlah Janji Allah SWT, bahwa kebaikan yang kita berikan, sejatinya akan menjadi kebaikan untuk kita sendiri.... Aamiin. 

Jangan perdulikan seberapa banyak teman atau sahabat yang kamu miliki, jangan sedihkan seberapa banyak Sahabat atau Teman yang pergi menjauh... Khawatirkan seberapa dekat kita dengan Allah SWT, khawatirkan diri kita apabila Allah SWT yang akan berpaling dari kita.... "Jangan khawatirkan Rejeki atas diri kamu, karena Allah SWT telah jaminkan kamu atas itu, tapi, khawatirkan Surga tak akan jadi milik mu, karena Allah SWT tidak menjaminkan Surga atas diri kamu.... "

--- Sebuah Catatan, di Pinggir Kali, Kota Tangerang Selatan ---





Komentar

Postingan Populer