Takdir Allah SWT pada Musibah Gempa Lombok
Salah satu Iman dalam Islam adalah Percaya dan Yakin kepada Ketentuan yang Allah SWT berikan, baik berupa ketentuan yang Baik atau Sebaliknya.
Musibah, bencana adalah ujian dari Allah, sebagaimana Kesenangan dan Kejayaan, untuk menguji Hamba-hambaNya yang beriman dalam berbaik sangka kepada Allah... Allah akan selalu berikan yang terbaik untuk Hamba-Nya, jika HambaNya itu dapat mengambil pelajaran dan atau hikmah dari atas apa yang telah ditetapkan oleh Nya.
Tuan Guru Bajang (TGB), seorang Hamba Allah yang Sholeh menurut saya, seorang pribadi yang santun, juga seorang yang tegas disisi yang lain... Tidak ada manusia yang sempurna, karena manusia bukan malaikat yang tak pernah melakukan dosa, senantiasa Taat kepada Allah atas segala yang diperintahkan Allah kepada Para Malaikat...
Tapi, akan menjadi sangat tidak adil, ketika semua musibah ini, semua bencana yang terjadi di NTB, yang dimana TGB menjadi pimpinan tertinggi di wilayah itu, kemudian menjadi Dosa, Tanggung jawab dan atau kesalahan akibat TGB Seorang.... Allah pasti punya maksud dari semua ini, semoga kita bisa menterjemahkan maksud dari Allah tersebut dan mengambil hikmahnya untuk kehidupan yang lebih baik kedepannya.
Apakah dengan menuduh segala Bencana ini adalah akibat dan atau karena kesalahan TGB, menjadikan kita memiliki HAK untuk menghakimi TGL sebagai akar masalah dan penyebabnya??? apakah kemudian kita merasa jauh lebih baik dari Beliau, hingga kita boleh dan sah menghakimi beliau?
adakah dari diri kita sudah berbuat dan beramal baik seperti yang beliau sudah lakukan?? bahkan, nyatanya Rakyat tidak memilih kita menjadi pemimpin, seperti Rakyat NTB memilih TGB sebagai Gurbernur... kita??? bahkan mungkin ketua kelas saja kita dianggap tidak mampu, hingga teman2 dikelas lebih memilih orang lain yang lebih pantas dan lebih baik dari kita.
Manusia bukan malaikat, tapi, manusia juga bukan Iblis yang melulu berbuat dosa, ada sisi baik, bahkan mungkin lebih banyak yang terlihat dari sedikit dosa2 atau kesalahan yang manusia lakukan, yang lebih layak menjadi pembanding dari sekedar kesalahan2 tersebut...
Stop menghakimi orang lain...
Stop merasa lebih baik dari orang lain...
Belajarlah untuk Diam bila Tidak Mengerti...
Belajarlah untuk saling menghargai, bila ingin dihargai..
Belajarlah untuk lebih perduli dan mengerti, daripada menghakimi....
Rakyat NTB tidak butuh mencari siapa yang salah... Tapi, Butuh pertolongan, butuh bantuan, butuh tangan2 dan hati yang perduli.... butuh orang2 didekat mereka yang mereka cintai....
Rakyat NTB tidak butuh mencari siapa yang salah... Tapi, Butuh pertolongan, butuh bantuan, butuh tangan2 dan hati yang perduli.... butuh orang2 didekat mereka yang mereka cintai....
Sebuah-Renungan
dari Selatan Jakarta.....


Komentar
Posting Komentar